Traveler Kere Hore, Jalan-Jalan Kalau Punya Duit

Nulis sih nulis aja kali

Mimpi 20 Februari 2021

leave a comment »

Mimpiku semalam bertemu temanku masa kecil SD SMP. Namanya Arjuno. Rumahnya hanya beberapa meter dari rumahku. Tapi kami sudah lama tidak bertemu karena setelah dewasa punya urusan sendiri-sendiri. Meskipun beberapa kali kalau bertemua di jalan atau pas aku lewat rumahnya kami tetap saling menyapa.

Di mimpiku semalam, aku ke rumahnya dan meminta beberapa barang bekas di rumahnya yang sudah ada sejak jaman kami SD, sekitar 25 tahun lalu.

Aku bilang ke Arjuno, meminta sepeda BMXnya yang udah lama ga dipakai. Aku bilang biar dipakai anakku Yassin. Lalu dia ke belakang rumahnya dan mencari-cari BMXnya.

Tapi dirumahnya ada sepeda-sepeda kecil lain yang sudah rusak dan akan kuminta untuk anakku lainnya yang lebih kecil.

Mimpi ini terjadi mungkin karena aku beberapa waktu terakhir ini sedang rajin melihat-lihat sepeda BMX jadul di sosmed. Dan aku ingat kalau Arjuno masih menyimpan BMX lawasnya. Ternyata malah jadi mimpi.

Written by zakiniku

Februari 20, 2021 at 2:36 am

Ditulis dalam Tidak Dikategorikan

Mimpi 18 Februari 2021

leave a comment »

Kembali nulis soal mimpi. Karena bulan kemarin kena Corona dan mengalami stress susah tidur. Tidak ada mimpi yang teringat ketika bangun, karena tidur tidak tenang.

Baru kemarin bisa bermimpi yang ketika bangun masih teringat-ingat.

Mimpi ini setting lokasinya di rumah sahabatku Bowo di daerah Purwosari.

Tiba-tiba aku jalan-jalan di belakang rumahnya. Keadaannya beda banget dengan lokasi asli rumahnya. Tapi ini kok rumahnya Bowo. Kulihat Bowo lagi duduk dan sedang memakan sesuatu. Lalu dia melihatku dan kami kemudian berbicara sesuatu yang tidak kuingat saat aku sudah bangun.

Lalu aku masuk ke rumahnya. Di dalam rumahnya beda banget dengan keadaan aslinya 20 tahun lalu. Rumahnya lebih luas dan lebih terang.

Aku bertemu ibunya Bowo. Aku kaget karena melihatnya masih hidup. Bukannya tahun 2019 kemarin beliau meninggal? Tapi disini beliau kelihatan sehat dan lebih muda.

Kepada saya ibunya Bowo bilang, minta tolong saya untuk dibelikan kebutuhan-kebutuhan makanan dan lainnya. Kenapa dia minta tolong saya? karena anaknya sudah pindah ke Boyolali bersama istrinya.

Lalu didalam rumah itu aku ketemu juga dengan almarhum Ucup. Kami bertiga, Aku, Ucup dan Bowo saling bicara sambil berdiri dirumah itu. Tapi tidak jelas ngomongin apa. Karena aku hanya melihat dari jauh.

Jadi aneh, kami bertiga sedang mengobrol. Tapi aku juga berada di posisi yang jauh sambil melihat kami bertiga ngobrol.

Written by zakiniku

Februari 20, 2021 at 2:35 am

Ditulis dalam Tidak Dikategorikan

Mimpi 19/12/2020 Pagi

leave a comment »

Karena capek, sebelum jam 12 malam aku sudah tertidur.

Tapi mimpi hari ini terlalu ngeri kalau diceritakan. Tidak akan kutulis.

Sekian

Written by zakiniku

Februari 20, 2021 at 2:34 am

Ditulis dalam Tidak Dikategorikan

Mimpi Jum’at 18/12/2020

leave a comment »

Aku baru tidur pada pukul 2.30 pagi. Begitu mata terpejam aku bermimpi berada di suatu kampung. Kampung ini sedang terjadi tawuran antar warga.

Tawurannya bukan lempar-lemparan batu. Melainkan tembak menembak. Lebih tepatnya perang, bukan tawuran.

Tidak tahu kenapa aku bisa terlempar di daerah ini. Aku juga memegang senjata yang tidak tahu jenis apa. Aku bersama pemuda warga setempat sambil sembunyi di belakang tembok dan semak-semak saling baku tembak. Suara tembakannya tidak keras, hanya seperti suara senapan angin.

Tembak menembak cukup seru. Hingga beberapa orang dari kubu tempatku terdesak. Musuh makin mendekat. Aku lihat mereka hanya pakai kaos putih lengan pendek dan celana panjang hitam, menembak serampangan. Aku berlari mundur mencari tempat persembunyian di balik tembok yang lebih tebal. Saat berlari itu punggungku terserempet peluru.

Saat sembunyi bersama warga lainnya, aku bertanya ke mereka “ini gimana situasinya, kita terdesak”. Salah satu dari warga itu dengan enteng menjawab “gampang, biasanya nanti kang Pepi akan turun dengan senjatanya dan memberondong mereka semua dengan senjata yang banyak sekali dia punya”.

Dalam pikiranku Kang Pepi ini adalah Pepi yang berjenggot dan kepala botak yang sering ada di tivi sebagai pelawak.

Tapi Pepi tak kunjung datang. Kami makin terdesak hingga mundur berlari ke jalanan kampung yang sempit dan berbelok-belok.

Saat kami berlari itulah sebagian dari pemuda di kubu kami tiba-tiba berbalik dan secara bersamaan menembaki balik musuh di belakang kami.

Setting mimpi ini ada di kampung Sunda, karena logat orang-orang yang bicara disitu berbahasa Sunda.

Setelah berlari cukup jauh aku ikut berbalik melihat kondisi musuh. Tiba-tiba aku dibangunkan istri untuk Sholat Subuh.

Aku hanya tidur 2 jam dan mimpi seperti itu.

Written by zakiniku

Februari 20, 2021 at 2:34 am

Ditulis dalam Tidak Dikategorikan

Mimpi Surreal 1

leave a comment »

Siang tadi jam 1.30 hari Kamis 17/12/2020 aku bermimpi dalam tidurku.

Mimpinya dimulai dengan gambaran aku sedang duduk-duduk diatas selokan baru yang ada di depan rumahku. Ada Toni yang lagi membersihkan selokan yang baru saja jadi itu.

Lalu aku pulang ke rumah, kemudian datanglah tamu perempuan yang katanya teman kerja istriku di rumah sakit. Suami tamu itu menunggu diluar dan dia cerita kalau meninggalkan anak-anaknya dirumah.

Lalu tiba-tiba hujan, aku mengambil jemuran-jemuran baju.

Adegan di mimpi kemudian pindah ke sebuah tempat di tengah hutan yang ada beberapa kolam besar.

Di mimpi ini aku masih ada bersama teman istriku yang sekarang sudah berganti baju, awalnya ia memakai baju seragam warna coklat seperti PNS. Di adegan ini dia pakai baju casual kaos lengan panjang dan celana jeans panjang, dia juga pakai kerudung warna abu-abu.

Di tengah hutan ini ada sebuah rumah, selain saya dan perempuan itu (tidak jelas siapa namanya, di dunia nyata saya belum pernah ketemu) ada lagi beberapa laki-laki yang tidak jelas semua.

Di rumah itu kami menyembunyikan semacam benda rahasia yang sedang dicari negara. Kami memnyembunyikan benda seukuran lemari frezeer daging itu di bawah rumah. Rumahnya ada diatas danau kecil.

Kemudian kami sedang di hutan. Tidak jelas sedang melakukan apa.

Tiba-tiba dari jauh kami lihat ada semacam pesawat pemerintah yang futuristik menembaki rumah kami dengan rudal. Rumah itu meledak. Karena meledak benda seukuran frezeer daging itu muncul tersembul dari dalam air. Sebelum pemerintah mengetahui hal itu. Tiba-tiba ada anak kecil yang menekan tombol rahasia. Tombol itu semacam peluncur nuklir. Akhirnya muncul rudal nuklir yang mengarah ke benda seukuran frezeer itu dan kemudian terjadi ledakan besar.

Aku yang sedang didekat rumah itu ikut terpental ke udara bersama bongkahan besar tanah dan batu. Di udara aku kemudian menaiki bongkahan besar batu itu dan kemudian meluncur turun dari udara. Aku dan bongkahan itu jatuh di kolam air besar. Tepatnya jatuh di pojokan.

Aku selamat dan beberapa pemuda di mimpiku juga selamat. Pemerintah kemudian tidak mengejar atau mencari benda itu lagi karena sudah hancur.

Lalu dari jauh aku lihat perempuan teman istriku itu pulang, ia keluar dari hutan. Selesai dan bangun sore.

Misteri dalam mimpiku. Siapa perempuan itu? Tampilan dalam mimpiku di tengah hutan itu seperti di game BB Racing dengan lokasi di hutan hijau yang ada rawa-rawanya.

Kemudian adegan rudal dari pesawat pemerintah itu seperti waktu Thanos menembaki markas Avengers setelah Hulk menjentikkan jari.

Mimpi siang ini aneh, tapi seperti berkesan sesuatu.

Update, nama perempuan itu disebut istriku sebagai Mbah Chacha, dia datang ke rumah karena janjian membeli sesuatu dengan istriku.

Written by zakiniku

Februari 20, 2021 at 2:32 am

Ditulis dalam Tidak Dikategorikan

Kucing Anakku si Anjing Mati :(

leave a comment »

Pagi buta kemarin ada kejadian miris. Waktu saya berangkat solat Subuh di masjid kampung. Jarak antara rumah saya dan masjid hanya sekitar 20 meter. Pagi itu masih gelap, waktu berjalan ke masjid sambil menahan kantuk, saya lihat di tengah jalan ada kucing besar terkapar. Darah kucing itu bercecer di tengah jalan.

Awalnya saya tidak tahu itu kucing siapa. Yang membuat trenyuh adalah ada satu kucing lagi yang menunggui di samping kucing yang mati itu. Kucing yang hidup itu mulutnya mendekat ke telinga kucing yang mati. Sepertinya dia mau bilang “bangunlah kawanku, ayo bangun”, sambil terus menjilat-jilat kepala kucing yang mati. Saya tidak tahu warna kucing yang mati itu, sebab sorotan lampu penerang jalan tidak sampai ke tempat dimana kucing itu mati.

Saya terus berjalan ke masjid dan menunaikan solat Subuh.

Sepulang dari masjid, saya lewati lagi jalan dimana kucing itu mati, dan keadaan masih sama. Satu kucing mati di tengah jalan, dan satu kucing lagi menunggui di samping sambil menjilat-jilati kucing yang mati.

Perasaan trenyuh itu tiba-tiba makin terasa. Saya jadi ingat sewaktu ayah saya meninggal. Saya juga terus menempelkan kepala saya ke kepala jenazah ayah saya, sambil mohon maaf kepada ayah.

Sempat berfikir mengambil tubuh kucing mati itu dan menguburkan. Tapi dimana? Di tempat tinggal saya yang di tengah-tengah kota, tidak ada lagi tanah yang diatasnya bebas dari semen dan aspal.

Akhirnya saya pulang terlebih dahulu dan menunggu matahari terbit. Tapi setelah sudah terang, saya keluar ke jalan dan melihat mayat kucing itu sudah tidak ada, tapi darah kucing itu masih berceceran di jalan.

Setelah seharian bekerja, sore itu akhirnya saya tiba di rumah dan bertanya kepada istri, apakah kucing berkulit hitam putih yang biasa ke rumah saya dan bermain dengan anak saya terlihat hari ini. Dia bilang tidak melihat kucing itu seharian.

Saya jadi berfikir mungkin kucing yang mati pagi tadi adalah kucing yang biasa main ke rumah saya. Saya menamai kucing itu si Anjing.

Selamat jalan anjing, maafkan kami yang sering hanya memberikanmu ikan dan daging sisa makanan kami.

Saya sungguh bersedih.

Written by zakiniku

April 29, 2014 at 8:15 pm

Ditulis dalam Tidak Dikategorikan

Tagged with ,

Kiblat Masjid Agung Solo yang Katanya Melenceng

leave a comment »

SOLO – Aku mau cerita dikit soal kiblat masjid Agung, tentu saja masjid Agung Solo yang kumaksud. Seorang temanku yang sangat pintar astronomi, karena memang cuma dia yang aku kenal sih sebenarnya, ia bercerita bahwa orang-orang tua pengurus masjid Agung nggak setuju kiblat masjid Agung dibetulkan, biar bisa mengarah ke Ka’bah di Mekkah yang jauh disana.

Ilmu astronomi sekarang ini juga digunakan untuk menentukan arah kiblat untuk banyak masjid di Indonesia. Temanku yang bernama Pakar Fisika yang bercerita soal ini. Dia ini memang pintar, selain pintar betulan berhitung, dia juga pintar menggunakan software astronomi untuk menentukan koordinat.

Nah, alasan orang-orang tua itu nggak setuju kiblat masjid Agung dibetulkan, karena menurut mereka kiblat masjid Agung nggak mungkin salah. Karena yang menentukan arah kiblat masjid ini jaman dulu sekali adalah ulama yang mereka anggap sudah seperti wali. Entahlah.

Susah memang berurusan dengan orang tua, tapi kita harus hormat ke mereka.

Soal kiblat ini aku jadi ingat cerita orang-orang Indonesia di Belanda. Kebanyakan orang Indonesia, apalagi orang jaman dahulu, tahunya kalau solat menghadapnya ke Barat. Pokoknya asal Barat berarti ke Mekkah. Ternyata di Belanda ada juga masjid yang dibangun oleh imigran-imigran Indonesia disana, dan arah kiblatnya tetap menghadap Barat. Padahal yang benar malah menghadap Timur. Tapi ya sudahlah.
IMG_7359
Ini ada foto temanku, seorang jurnalis dan penulis buku terkenal di Jakarta. Dia ingin aku potret di depan masjid Agung Solo. Dia minta agar foto-foto dia di Solo dikirimkan lewat email. Tapi ini sudah lebih 5 bulan fotonya nggak aku kirim-kirim juga, karena memang aku lagi nggak pengen ngirim.

Sebetulnya, oleh Pakar Fisika, aku diminta mengangkat masalah kiblat masjid Agung ini. Aku inginnya membuat video dokumenter tentang ini. Sudah kurencanakan dari sejak lama. Aku kumpulkan materi dan siapa saja tokoh yang bakalan di wawancara, serta pendapat masyarakat yang sering solat disitu. Tapi belakangan aku sudah nggak punya kamera untuk membuat video. Jadi mending nulis di blog saja dan nggak usah komplit-komplit.

Udah gitu aja. Mari solat menghadap kiblat.

Written by zakiniku

November 13, 2013 at 3:31 pm

Baca Novel

leave a comment »

Belakangan aku lagi suka baca blog yang isinya novel. Itu blog kepunyaan Pidi Baiq, yang menurutku dia itu tukang nulis atau tukang nyanyi lagu-lagu balada macam iwan fals atau doel sumbang, entahlah.

Di twitter dia orangnya suka follback, jadi aku follow dia dan dia follow aku.

Sebenarnya aku ngga suka novel karena isinya biasanya fiktif atau karangan. Tapi kata temanku yang juga penggemarnya dia, novel dia di blog itu berdasarkan kisah nyata yang dialami penulisnya. Jadi aku mau terus baca, lagian cara nulisnya unik.

Alamat blognya ada di ayahpidibaiq.blogspot.com

Written by zakiniku

November 10, 2013 at 3:01 am

Ditulis dalam story of the day

Tagged with , ,

Solo Bagiku

with one comment

kotasolo
SOLO – Kota Solo bagiku adalah kota kelahiran, yang mewarnai masa kecil hingga remajaku. Sempat selama beberapa tahun aku tinggalkan kota ini menuju ibukota (sebenarnya tinggal di Bekasi sih) untuk mencari “makan”, kemudian aku balik lagi di kota yang mulai banyak dibangun Mall ini :(.

Sebelum tinggal di Bekasi mulai awal tahun 2010, seingatku Walikota Solo terakhir adalah Bapak Slamet Suryanto, dan dari cerita yang kudengar banyak “negatifnya”, ah sudahlah.

WNA Ikut Karnaval

WNA Ikut Karnaval

Justru ketika tinggal di Bekasi itulah aku banyak mendengar dan membaca informasi perkembangan kota kelahiranku. Aku baru tahu saat itu bahwa Walikota Solo adalah Jokowi (sebelumnya aku tidak begitu peduli). Aku juga baru sadar ternyata tiap hari Minggu ada gelaran Car Free Day, aku juga baru tahu Taman Balekambang sudah direnovasi sedemikian rupa. Padahal kalau di Solo, aku tinggal tepat di tengah-tengah kota, yakni di sebelah Hotel Novotel, dan aku melewatkan begitu saja semua hal tadi.

Ping Pong di CFD

Ping Pong di CFD

Ketika ada kesempatan mudik, aku yang penasaran dengan semua informasi perkembangan Kota Solo, mulai mencari tahu satu demi satu.

Tapi yang paling aku kangeni dari Kota ini adalah Wedangan atau Angkringannya dan Nasi Liwet. Di ibukota aku sering membanggakan tempat nongkrong nomor satu ini. Ketika teman-temanku dari Jakarta main ke Solo, pasti aku ajak nongkrong semalaman di Wedangan menikmati hidangan istimewa kampung tersebut.

Wedangan alias HIK

Wedangan alias HIK

Nasi Liwet

Nasi Liwet

Ketika dibangun City Walk di sebelah selatan Jalan Slamet Riyadi, aku tidak menganggap itu sebagai hal istimewa. Tapi setelah aku menyusuri jalanan itu, dalam hati aku berkata “hei ini tidaklah buruk, bagus sekali malah”, bisa jalan kaki di bawah rindangnya pepohonan dan sepanjang jalan terdapat fasilitas Wifi gratis untuk internet. Tapi Wifi itu sekarang sudah nggak ada lagi, ini mengecewakan.

Aku berjalan kaki dari Sami Luwes terus ke barat hingga menjelang Purwosari. Lain waktu pada hari Minggu aku coba bangun pagi dan ikut jalan-jalan di gelaran Car Free Day.

Car Free Day menurutku juga lumayan, aku bisa bertegur sapa dengan kawan-kawan lama melalui pertemuan yang tidak direncanakan, ini semacam pertemuan kejutan.

Partinah BOSCH di Balekambang

Partinah BOSCH di Balekambang

Lalu aku coba main ke Taman Balekambang, yang kini suasananya tidak “seseram” dahulu waktu aku masih SMP ketika main di taman ini.

Sementara Pasar Malam di Ngarsopuro juga asik untuk jalan-jalan, meskipun aku jarang sekali belanja, kecuali beli bakso bakar dan es teh.

Pasar Malam Ngarsopuro

Pasar Malam Ngarsopuro

Intinya, aku merasakan sendiri Kota Solo sudah lebih nyaman, tapi sekarang juga lebih macet 😛 .

Kesanku, selama beberapa tahun terakhir, banyak pembangunan yang dilakukan. Ada banyak hal yang aku suka, tapi ada beberapa yang aku kurang suka. Aku suka banyak taman kota atau acara-acara untuk masyarakat, yang menurut analisaku ini dilakukan Pemkot untuk “meredam” gejolak masyarakat Solo yang dikenal mudah disulut. Makanya diberi hiburan-hiburan rakyat. Sejumlah perubahan di birokrasi juga cukup baik menurutku, contohnya ketika mengurus surat-surat di Kelurahan, Kecamatan atau di Balaikota jadi agak lebih mudah.

Yang tidak aku suka adalah banyaknya Mall yang kini berdiri di Solo. Sewaktu aku tinggal di Bekasi dan sering main ke Jakarta, aku tidak pernah mau diajak masuk Mall, kecuali sekali, sewaktu buka puasa Ramadhan disana tahun 2010.

Aku merasakan dampak Mall di Kota Solo. Anak-anak muda jadi suka nongkrong sambil menghabiskan waktu nggak jelas. Budaya belanja dan gaya berpakaian yang makin berani juga mulai menjangkiti remaja di Kota yang kini dipimpin Bapak FX Rudy ini. Sekarang ini makin sering aku lihat anak-anak gadis memakai celana-celana super pendek (Komedian Kang Soleh Solihun menyebutnya sebagai “celana gemes”). Aku merasa tidak nyaman saja dengan gaya anak-anak jaman sekarang yang tidak bisa dibantah, mereka pasti meniru budaya entah darimana. Sedangkan Pemkot sedang gencar-gencarnya berkampanye “Lestarikan Budaya”. Itu hanya pandangan dariku, sedangkan untuk orang lain terserah pandangan mereka.

Belakangan ini aku sempatkan jalan-jalan lagi di beberapa tempat di Kota Solo. Aku ajak istri dan anak kecilku. Aku potret dan rekam video sudut-sudut Kota Solo, yang menurutku belum begitu mempunyai “karakter ke-Soloannya”. Tapi aku juga kurang tahu, bagaimana cara kotaku tercinta ini jadi berkarakter SOLO, yang adem, iyup, tentrem, nggak macet, transportasi umum banyak dan murah. Terus apalagi ya? hehehe

Ah, pokoknya aku berharap kota ini makin baik, tentram dan ngangeni.

Aku dan Anakku

Aku dan Anakku

Written by zakiniku

November 7, 2013 at 6:36 pm

Foto Sore Ini, Jum’at 24 Juni 2011

with 2 comments

ini foto saya sore ini pulang ngantor, Sunset @Sangrahan, sawah dekat rumah, diantara pabrik KONIMEX

Written by zakiniku

Juni 24, 2011 at 11:57 am

Ditulis dalam Foto