Traveler Kere Hore, Jalan-Jalan Kalau Punya Duit

Nulis sih nulis aja kali

Data Pemurtadan di Indonesia Terbaru 2017

leave a comment »

Inilah data-data pemurtadan terbaru di Indonesia 2017

Pemurtadan 2017

Iklan

Written by zakiniku

November 22, 2017 at 9:43 am

Ditulis dalam Tak Berkategori

Kucing Anakku si Anjing Mati :(

leave a comment »

Pagi buta kemarin ada kejadian miris. Waktu saya berangkat solat Subuh di masjid kampung. Jarak antara rumah saya dan masjid hanya sekitar 20 meter. Pagi itu masih gelap, waktu berjalan ke masjid sambil menahan kantuk, saya lihat di tengah jalan ada kucing besar terkapar. Darah kucing itu bercecer di tengah jalan.

Awalnya saya tidak tahu itu kucing siapa. Yang membuat trenyuh adalah ada satu kucing lagi yang menunggui di samping kucing yang mati itu. Kucing yang hidup itu mulutnya mendekat ke telinga kucing yang mati. Sepertinya dia mau bilang “bangunlah kawanku, ayo bangun”, sambil terus menjilat-jilat kepala kucing yang mati. Saya tidak tahu warna kucing yang mati itu, sebab sorotan lampu penerang jalan tidak sampai ke tempat dimana kucing itu mati.

Saya terus berjalan ke masjid dan menunaikan solat Subuh.

Sepulang dari masjid, saya lewati lagi jalan dimana kucing itu mati, dan keadaan masih sama. Satu kucing mati di tengah jalan, dan satu kucing lagi menunggui di samping sambil menjilat-jilati kucing yang mati.

Perasaan trenyuh itu tiba-tiba makin terasa. Saya jadi ingat sewaktu ayah saya meninggal. Saya juga terus menempelkan kepala saya ke kepala jenazah ayah saya, sambil mohon maaf kepada ayah.

Sempat berfikir mengambil tubuh kucing mati itu dan menguburkan. Tapi dimana? Di tempat tinggal saya yang di tengah-tengah kota, tidak ada lagi tanah yang diatasnya bebas dari semen dan aspal.

Akhirnya saya pulang terlebih dahulu dan menunggu matahari terbit. Tapi setelah sudah terang, saya keluar ke jalan dan melihat mayat kucing itu sudah tidak ada, tapi darah kucing itu masih berceceran di jalan.

Setelah seharian bekerja, sore itu akhirnya saya tiba di rumah dan bertanya kepada istri, apakah kucing berkulit hitam putih yang biasa ke rumah saya dan bermain dengan anak saya terlihat hari ini. Dia bilang tidak melihat kucing itu seharian.

Saya jadi berfikir mungkin kucing yang mati pagi tadi adalah kucing yang biasa main ke rumah saya. Saya menamai kucing itu si Anjing.

Selamat jalan anjing, maafkan kami yang sering hanya memberikanmu ikan dan daging sisa makanan kami.

Saya sungguh bersedih.

Written by zakiniku

April 29, 2014 at 8:15 pm

Ditulis dalam Tak Berkategori

Tagged with ,

Kiblat Masjid Agung Solo yang Katanya Melenceng

leave a comment »

SOLO – Aku mau cerita dikit soal kiblat masjid Agung, tentu saja masjid Agung Solo yang kumaksud. Seorang temanku yang sangat pintar astronomi, karena memang cuma dia yang aku kenal sih sebenarnya, ia bercerita bahwa orang-orang tua pengurus masjid Agung nggak setuju kiblat masjid Agung dibetulkan, biar bisa mengarah ke Ka’bah di Mekkah yang jauh disana.

Ilmu astronomi sekarang ini juga digunakan untuk menentukan arah kiblat untuk banyak masjid di Indonesia. Temanku yang bernama Pakar Fisika yang bercerita soal ini. Dia ini memang pintar, selain pintar betulan berhitung, dia juga pintar menggunakan software astronomi untuk menentukan koordinat.

Nah, alasan orang-orang tua itu nggak setuju kiblat masjid Agung dibetulkan, karena menurut mereka kiblat masjid Agung nggak mungkin salah. Karena yang menentukan arah kiblat masjid ini jaman dulu sekali adalah ulama yang mereka anggap sudah seperti wali. Entahlah.

Susah memang berurusan dengan orang tua, tapi kita harus hormat ke mereka.

Soal kiblat ini aku jadi ingat cerita orang-orang Indonesia di Belanda. Kebanyakan orang Indonesia, apalagi orang jaman dahulu, tahunya kalau solat menghadapnya ke Barat. Pokoknya asal Barat berarti ke Mekkah. Ternyata di Belanda ada juga masjid yang dibangun oleh imigran-imigran Indonesia disana, dan arah kiblatnya tetap menghadap Barat. Padahal yang benar malah menghadap Timur. Tapi ya sudahlah.
IMG_7359
Ini ada foto temanku, seorang jurnalis dan penulis buku terkenal di Jakarta. Dia ingin aku potret di depan masjid Agung Solo. Dia minta agar foto-foto dia di Solo dikirimkan lewat email. Tapi ini sudah lebih 5 bulan fotonya nggak aku kirim-kirim juga, karena memang aku lagi nggak pengen ngirim.

Sebetulnya, oleh Pakar Fisika, aku diminta mengangkat masalah kiblat masjid Agung ini. Aku inginnya membuat video dokumenter tentang ini. Sudah kurencanakan dari sejak lama. Aku kumpulkan materi dan siapa saja tokoh yang bakalan di wawancara, serta pendapat masyarakat yang sering solat disitu. Tapi belakangan aku sudah nggak punya kamera untuk membuat video. Jadi mending nulis di blog saja dan nggak usah komplit-komplit.

Udah gitu aja. Mari solat menghadap kiblat.

Written by zakiniku

November 13, 2013 at 3:31 pm

Baca Novel

leave a comment »

Belakangan aku lagi suka baca blog yang isinya novel. Itu blog kepunyaan Pidi Baiq, yang menurutku dia itu tukang nulis atau tukang nyanyi lagu-lagu balada macam iwan fals atau doel sumbang, entahlah.

Di twitter dia orangnya suka follback, jadi aku follow dia dan dia follow aku.

Sebenarnya aku ngga suka novel karena isinya biasanya fiktif atau karangan. Tapi kata temanku yang juga penggemarnya dia, novel dia di blog itu berdasarkan kisah nyata yang dialami penulisnya. Jadi aku mau terus baca, lagian cara nulisnya unik.

Alamat blognya ada di ayahpidibaiq.blogspot.com

Written by zakiniku

November 10, 2013 at 3:01 am

Ditulis dalam story of the day

Tagged with , ,

Solo Bagiku

with one comment

kotasolo
SOLO – Kota Solo bagiku adalah kota kelahiran, yang mewarnai masa kecil hingga remajaku. Sempat selama beberapa tahun aku tinggalkan kota ini menuju ibukota (sebenarnya tinggal di Bekasi sih) untuk mencari “makan”, kemudian aku balik lagi di kota yang mulai banyak dibangun Mall ini :(.

Sebelum tinggal di Bekasi mulai awal tahun 2010, seingatku Walikota Solo terakhir adalah Bapak Slamet Suryanto, dan dari cerita yang kudengar banyak “negatifnya”, ah sudahlah.

WNA Ikut Karnaval

WNA Ikut Karnaval

Justru ketika tinggal di Bekasi itulah aku banyak mendengar dan membaca informasi perkembangan kota kelahiranku. Aku baru tahu saat itu bahwa Walikota Solo adalah Jokowi (sebelumnya aku tidak begitu peduli). Aku juga baru sadar ternyata tiap hari Minggu ada gelaran Car Free Day, aku juga baru tahu Taman Balekambang sudah direnovasi sedemikian rupa. Padahal kalau di Solo, aku tinggal tepat di tengah-tengah kota, yakni di sebelah Hotel Novotel, dan aku melewatkan begitu saja semua hal tadi.

Ping Pong di CFD

Ping Pong di CFD

Ketika ada kesempatan mudik, aku yang penasaran dengan semua informasi perkembangan Kota Solo, mulai mencari tahu satu demi satu.

Tapi yang paling aku kangeni dari Kota ini adalah Wedangan atau Angkringannya dan Nasi Liwet. Di ibukota aku sering membanggakan tempat nongkrong nomor satu ini. Ketika teman-temanku dari Jakarta main ke Solo, pasti aku ajak nongkrong semalaman di Wedangan menikmati hidangan istimewa kampung tersebut.

Wedangan alias HIK

Wedangan alias HIK

Nasi Liwet

Nasi Liwet

Ketika dibangun City Walk di sebelah selatan Jalan Slamet Riyadi, aku tidak menganggap itu sebagai hal istimewa. Tapi setelah aku menyusuri jalanan itu, dalam hati aku berkata “hei ini tidaklah buruk, bagus sekali malah”, bisa jalan kaki di bawah rindangnya pepohonan dan sepanjang jalan terdapat fasilitas Wifi gratis untuk internet. Tapi Wifi itu sekarang sudah nggak ada lagi, ini mengecewakan.

Aku berjalan kaki dari Sami Luwes terus ke barat hingga menjelang Purwosari. Lain waktu pada hari Minggu aku coba bangun pagi dan ikut jalan-jalan di gelaran Car Free Day.

Car Free Day menurutku juga lumayan, aku bisa bertegur sapa dengan kawan-kawan lama melalui pertemuan yang tidak direncanakan, ini semacam pertemuan kejutan.

Partinah BOSCH di Balekambang

Partinah BOSCH di Balekambang

Lalu aku coba main ke Taman Balekambang, yang kini suasananya tidak “seseram” dahulu waktu aku masih SMP ketika main di taman ini.

Sementara Pasar Malam di Ngarsopuro juga asik untuk jalan-jalan, meskipun aku jarang sekali belanja, kecuali beli bakso bakar dan es teh.

Pasar Malam Ngarsopuro

Pasar Malam Ngarsopuro

Intinya, aku merasakan sendiri Kota Solo sudah lebih nyaman, tapi sekarang juga lebih macet 😛 .

Kesanku, selama beberapa tahun terakhir, banyak pembangunan yang dilakukan. Ada banyak hal yang aku suka, tapi ada beberapa yang aku kurang suka. Aku suka banyak taman kota atau acara-acara untuk masyarakat, yang menurut analisaku ini dilakukan Pemkot untuk “meredam” gejolak masyarakat Solo yang dikenal mudah disulut. Makanya diberi hiburan-hiburan rakyat. Sejumlah perubahan di birokrasi juga cukup baik menurutku, contohnya ketika mengurus surat-surat di Kelurahan, Kecamatan atau di Balaikota jadi agak lebih mudah.

Yang tidak aku suka adalah banyaknya Mall yang kini berdiri di Solo. Sewaktu aku tinggal di Bekasi dan sering main ke Jakarta, aku tidak pernah mau diajak masuk Mall, kecuali sekali, sewaktu buka puasa Ramadhan disana tahun 2010.

Aku merasakan dampak Mall di Kota Solo. Anak-anak muda jadi suka nongkrong sambil menghabiskan waktu nggak jelas. Budaya belanja dan gaya berpakaian yang makin berani juga mulai menjangkiti remaja di Kota yang kini dipimpin Bapak FX Rudy ini. Sekarang ini makin sering aku lihat anak-anak gadis memakai celana-celana super pendek (Komedian Kang Soleh Solihun menyebutnya sebagai “celana gemes”). Aku merasa tidak nyaman saja dengan gaya anak-anak jaman sekarang yang tidak bisa dibantah, mereka pasti meniru budaya entah darimana. Sedangkan Pemkot sedang gencar-gencarnya berkampanye “Lestarikan Budaya”. Itu hanya pandangan dariku, sedangkan untuk orang lain terserah pandangan mereka.

Belakangan ini aku sempatkan jalan-jalan lagi di beberapa tempat di Kota Solo. Aku ajak istri dan anak kecilku. Aku potret dan rekam video sudut-sudut Kota Solo, yang menurutku belum begitu mempunyai “karakter ke-Soloannya”. Tapi aku juga kurang tahu, bagaimana cara kotaku tercinta ini jadi berkarakter SOLO, yang adem, iyup, tentrem, nggak macet, transportasi umum banyak dan murah. Terus apalagi ya? hehehe

Ah, pokoknya aku berharap kota ini makin baik, tentram dan ngangeni.

Aku dan Anakku

Aku dan Anakku

Written by zakiniku

November 7, 2013 at 6:36 pm

Foto Sore Ini, Jum’at 24 Juni 2011

with 2 comments

ini foto saya sore ini pulang ngantor, Sunset @Sangrahan, sawah dekat rumah, diantara pabrik KONIMEX

Written by zakiniku

Juni 24, 2011 at 11:57 am

Ditulis dalam Foto

Kangen Ponakan

leave a comment »

image

Wah, udah berapa bulan ya ga ketemu ponakan-ponakan.  Saya punya dua ponakan cowo, namanya Fakhry dan Ayyash, asli lucu.

Sayang, kalau mau ketemu kudu ke Salatiga. Naik motor perjalanan satu setengah jam. Pingin ke Salatiga lagi nanti, tapi nunggu istri libur kerja dulu, maklum istri kerja di rumah sakit jadi susah cari waktu libur yg pas.

Posted from WordPress for Android

Written by zakiniku

Mei 21, 2011 at 6:37 pm

Ditulis dalam story of the day