Aku Suka Motret Tapi Nggak Punya Kamera

Nulis sih nulis aja kali

Kucing Anakku si Anjing Mati :(

leave a comment »

Pagi buta kemarin ada kejadian miris. Waktu saya berangkat solat Subuh di masjid kampung. Jarak antara rumah saya dan masjid hanya sekitar 20 meter. Pagi itu masih gelap, waktu berjalan ke masjid sambil menahan kantuk, saya lihat di tengah jalan ada kucing besar terkapar. Darah kucing itu bercecer di tengah jalan.

Awalnya saya tidak tahu itu kucing siapa. Yang membuat trenyuh adalah ada satu kucing lagi yang menunggui di samping kucing yang mati itu. Kucing yang hidup itu mulutnya mendekat ke telinga kucing yang mati. Sepertinya dia mau bilang “bangunlah kawanku, ayo bangun”, sambil terus menjilat-jilat kepala kucing yang mati. Saya tidak tahu warna kucing yang mati itu, sebab sorotan lampu penerang jalan tidak sampai ke tempat dimana kucing itu mati.

Saya terus berjalan ke masjid dan menunaikan solat Subuh.

Sepulang dari masjid, saya lewati lagi jalan dimana kucing itu mati, dan keadaan masih sama. Satu kucing mati di tengah jalan, dan satu kucing lagi menunggui di samping sambil menjilat-jilati kucing yang mati.

Perasaan trenyuh itu tiba-tiba makin terasa. Saya jadi ingat sewaktu ayah saya meninggal. Saya juga terus menempelkan kepala saya ke kepala jenazah ayah saya, sambil mohon maaf kepada ayah.

Sempat berfikir mengambil tubuh kucing mati itu dan menguburkan. Tapi dimana? Di tempat tinggal saya yang di tengah-tengah kota, tidak ada lagi tanah yang diatasnya bebas dari semen dan aspal.

Akhirnya saya pulang terlebih dahulu dan menunggu matahari terbit. Tapi setelah sudah terang, saya keluar ke jalan dan melihat mayat kucing itu sudah tidak ada, tapi darah kucing itu masih berceceran di jalan.

Setelah seharian bekerja, sore itu akhirnya saya tiba di rumah dan bertanya kepada istri, apakah kucing berkulit hitam putih yang biasa ke rumah saya dan bermain dengan anak saya terlihat hari ini. Dia bilang tidak melihat kucing itu seharian.

Saya jadi berfikir mungkin kucing yang mati pagi tadi adalah kucing yang biasa main ke rumah saya. Saya menamai kucing itu si Anjing.

Selamat jalan anjing, maafkan kami yang sering hanya memberikanmu ikan dan daging sisa makanan kami.

Saya sungguh bersedih.

Iklan

Written by zakiniku

April 29, 2014 pada 8:15 pm

Ditulis dalam Tak Berkategori

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: